Minggu
ke 1
Prinsip Etika dalam bisnis serta etika dan lingkungan
Etika berasal dari bahasa Yunani “Ethos” yang
berarti adat istiadat atau kebiasaan, sehingga dalam pengertian ini etika
berkaitan dengan keiasan hidp yang baik, baik pada diri sendiri maupun suatu
masyarakat atau kelompok masyarakat.
Prinsip-prinsip etika bisnis yang berlaku dalam kegiatan bisnis
yang baik sesungguhnya tidak bisa dilepaskan dari kehidupan kita sebagai
manusia. Artinya, prinsip-prinsip etika bisnis tersebut sangat erat terkait
dengan sistem nilai yang dianut oleh masing-masing masyarakat.
Etos bisnis adalah suatu kebiasaan atau budaya moral menyangkut
kegiatan bisnis yang dianut dalam suatu perusahaan dari satu generasi ke
generasi berikutnya. Inti dari etos bisnis ini adalah pembudayaan atau
pembiasaan penghayatan akan nilai, norma, atau prinsip moral tertentu yang
dianggap sebagai inti kekuatan dari suatu perusahaan yang sekaligus juga
membedakannya dari perusahaan yang lain. Wujud dari etos bisnis ini antara lain
berusaha pelayanan, pengutamaan mutu, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan
sebagaimananya.
Stakeholders adalah semua pihak terkait yang berkepntingan dengan
kegiatan suatu bisnis atau perusahaann. Pada umumnya ada dua kelompok
stakeholdes, yaitu kelompok primer dan kelompok sekunder. Kelompok primer terdiri
dari pemilik modal atau saham, kreditor, karyawan, pemasok, penyalur, dan
konsumen. Srdangkan kelompok sekunder terdiri dari pemerintah setempat
pemerintah asing, media massa, kelompok sosial, masyarakat setempat, serta
masyarakat pada umumnya.
Minggu ke 2
Model Etika dalam bisnis, Sumber nilai etika dan faktor-faktor yang mempengaruhi etika manajerial
Model Etika dalam bisnis, Sumber nilai etika dan faktor-faktor yang mempengaruhi etika manajerial
Sumber dari segala moral dalam etika apapun dengan kebenarannya
yang absolut. Tiada keraguan dan tidak boleh diragukan nilai-nilai etika yang
bersumber dari agama. Agama berkorelasi kuat dengan moral. Setiap agama
mengandung ajaran moral atau etika yang di jadikan pegangan bagi para
penganutnya. Pada umumnya, kehidupan beragama yang baik akan menghasilkan
kehidupan moral yang baik pula.
Etika merupakan ilmu yang mendalami
standar moral perorangan dan standar moral masyarakat. Ia mempertanyakan
bagaimana standar-standar diaplikasikan dalam kehidupan kita dan apakah standar
itu masuk akal atau tidak masuk akal – standar, yaitu apakah didukung dengan
penalaran yang bagus atau jelek.
Etika merupakan penelaahan standar moral, proses
pemeriksaan standar moral orang atau masyarakat untuk menentukan apakah standar
tersebut masuk akal atau tidak untuk diterapkan dalam situasi dan permasalahan
konkrit.
Etika Bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral
yang benar dan salah.
Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis.
Dengan kata lain Etika bisnis adalah cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu,
perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat
membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun
hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham,
masyarakat.
Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik
adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan
berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan
dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman
bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman
untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur,
jujur, transparan dan sikap yang profesional.
Minggu ke 3
Norma dan etika dalam pemasaran, produksi, manajemen sumber daya manusia dan finansial
Norma dan etika dalam pemasaran, produksi, manajemen sumber daya manusia dan finansial
Etika produksi adalah aturan normatif yang mengandung sistem nilai
dan prinsip moral yang merupakan pedoman bagi karyawan dalam melaksanakan tugas
pekerjaannya dalam perusahaan. Agregasi dari perilaku karyawan yang beretika
kerja merupakan gambaran etika kerja karyawan dalam perusahaan. Karena itu etika
kerja karyawan secara normatif di turunkan dari etika bisnis.
Etika kerja setiap
karyawan didasari prinsip-prinsip:
·
Melaksanakan tugas
sesuai dengan visi, misi dan tujuan perusahaan,
·
Selalu berorientasi pada
budaya peningkatan mutu kinerja,
·
Saling menghormati
sesama karyawan,
·
Membangun kerjasama
dalam melaksanakan tugas-tugas perusahaan,
·
Memegang amanah atau
tanggung jawab, dan kejujuran,
·
Mananamkan kedisiplinan
bagi diri sendiri dan perusahaan.
Perusahaan dapat
berperan dalam berbagai bentuk upaya:
·
Membuat kode etika kerja
dengan melibatkan para karyawan,
·
Pelatihan tentang
pengertian dan penerapan etika kerja,
·
Melaksanakan proses
sosialisasi dan internalisasi etika kerja,
·
Meningkatkan komunikasi
horisontal dan vertikal: formal dan informal,
·
Meningkatkan fungsi
pengawasan kerja,
Minggu
ke 4
Jenis Pasar, Latar belakang monopoli, Etika dalam Pasar Kompetitif
Jenis Pasar, Latar belakang monopoli, Etika dalam Pasar Kompetitif
Jenis-jenis pasar dapat dibagi menjadi tiga, yaitu pasar persaingan sempurna, pasar monopoli, dan pasar oligopoli. Setiap pasar memiliki ciri-ciri tersendiri, begitu pula dengan setiap kelebihan dan kekurangan yang dimiliki setiap pasar tersebut. Pembeli dan penjual lah yang menjadi acuan penggolongan jenis pasar tersebut, dan masih terdapat beberapa factor lainnya seperti jenis barang yang dijual dan tingkat kesulitan masuk atau keluar dari pasar.
Latar belakang
terjadinya monopoli sangat banyak namun lebih dominan disebabkan oleh kemampuan
perusahaan yang sangat tinggi dalam banyak hal seperti modal, keahlian, hingga
sumber daya yang dikuasai. Namun tak terlepas pula dapat disebabkan adanya hak
eksklusif yang diberikan oleh pemerintah.
Etika dalam persaingan
sempurna terdapat 2 hal yaitu, mampu untuk mengoptimasi manfaat barang oleh
pembeli dan penjual dan pasar harus dalam kondisi ekuilibrium (ekulibrium
permintaan dan penawaran)