Tugas Soft Skill
“MUSEUM INDONESIA”
Di susun oleh : Arif Taufik Akbar (11213307)
Dedayev Syamardala (12213099)
Ika Sugiarti (14213241)
Nina Fatimah (16213447)
Soraya Putri Yuniko (18213610)
Wuri Handayani (19213374)
Kelas :
2EA18
UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2015-2016
Sejarah Taman Mini Indonesia Indah
Taman Mini Indonesia indah
adalah salah satu wisata terkenal di Indonesia dan merupakan kawasan objek
wisata yang terbilang megah dengan luas area 165 hektar. Terletak di Jakarta Timur.
Lahan tersebut awal mulanya merupakan daerah persawahan dan perladangan milik
rakyat, namun kemudian ditransformasikan menjadi kawasan TMII. Taman Mini Indonesia
Indah sengaja dibuat sebagai wahana yang dapat merepresentasikan kebhinekaan
Indonesia dan kekayaan khasanah budaya bangsa. Sedangkan tujuan pendirian taman
miniature ini adalah untuk memupuk dan membina persatuan bangsa, menjungjung
tinggi kebudayaan,adat-istiadat,dan perilaku masyarakat Indonesia kepada rakyat
Indonesia sendiri dan bangsa lain. Tujuan-tujuan tersebut kemudian
diterjemahkan kedalam objek-objek wisata yang disajikan dikawasan TMII,seperti
anjungan daerah,museum, taman,tempat rekreasi,dan lain-lain.
Gagasan pendirian Taman Mini Indonesia Indah
Sejarah mencatat, bahwa gagasan awal mula pendirian kawasan wisata TMII adalah
oleh Ibu Negara Siti Hartinah Soeharto yang lebih di akrab dengan Ibu Tien
Soeharto. Prakarsa tersebut diilhami oleh pidato Presiden Soeharto tentang
keseimbangan pembangunan antara bidang fisik-ekonomi dan bidang mental
spiritual. Selaku ketua Yayasan Harapan Kita (YHK),yang berdiri pada tanggal 28
Agustus 1968,Ibu Tien Soeharto menyampaikan gagasan pembangunan miniatur
Indonesia pada rapat pengurus YHK tanggal 13 Maret 1970 di Jl. Cendana No.8,
Jakarta. Bentuk dan sifat isian proyek berupa bangunan utama bercorak
rumah-rumah adat daerah yang dilengkapi dengan pergelaran kesenian, kekayaan
flora-fauna,dan unsure budaya lain dari masing-masing daerah yang ada
diindonesia.
Gagasan itu dilandasi,antara
lain, semangat untuk membangkitkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap tanah air
dan bangsa serta untuk memperkenalkan Indonesia kepada bangsa-bangsa lain di
dunia. Tanggal 30 Januari 1971,pada penentuan Rapat kerja Gubernur, Bupati, dan
Walikota seluruh Indonesia di Istana Negara yang juga dihadiri oleh presiden,
Ibu Tien Soeharto dengan didampingi Menteri Dalam Negeri Amir Mahmud untuk
pertama kalinya memaparkan maksud dan tujuan pembangunan miniature Indonesia
“Indonesia Indah” di depan umum. Berbagai saran, tanggapan, dan pemikiran dari
berbagai kelompok masyarakat pun muncul, yang sebagian besar mendukung
pembangunan proyek tersebut.
Pada tanggal 11Agustus
1971,dengan surat YHK, ibu Tien soeharto menugaskan Nusa Consultans untuk
membuat rencana induk dan studi kelayakan. Tugas itu selesai dalamwaktu
3,5bulan. Lokasi pembangunan proyek awalnya berada di daerah cempaka putih,
diatas tanah seluas+14 hektar. Namun Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin
menyarankan lokasi didaerah sekitar Pondok Gede, kecamatan Pasar Rebo,dengan
luas tanah + 100 hektar. Selain lebih luas, lokasi itu juga mengikuti
perkembangan kota Jakarta dikemudian hari. Ibu Tien Soeharto menerima saran
tersebut, karena dengan lahan yang lebih luas memungkinkan proyek miniature
Indonesia menampilkan rumah-rumah adat daerah dan bangunan lain dalam ukuran
yang sebenarnya. Pada tanggal 30 Juni 1972 pembangunan dimulai tahap demi tahap
secara bersinambung. Rancangan bangunan utama berupa peta relief Miniatur
Indonesia berikut penyediaan airnya, Tugu Api Pancasila, bangunan Joglo, dan Gedung
pengelolaan disiapkan oleh Nusa Consultants berikut pembuatan jalan dan
penyediaan kaveling tiap-tiap bangunan.
Rancangan banguna lain,
seperti bangunan khas tiap daerah, dikerjakan oleh berbagai biro arsitek,
sedang Nusa Consultans hanya membantu menjaga keserasian secara keseluruhan. Berkat
kegotong-royongan semua potensi nasional: masyarakat disekitar
lokasi,pemerintah pusat dan daerah, swasta, dan berbagai unsure masyarakat
lainnya, dalam kurun waktu tiga tahun pembangunan TMII tahap pertama dinyatakan
selesai. Pada tanggal 20 april 1975 Taman Mini “Indonesia Indah” diresmikan
pembukaannya oleh presiden Soeharto. TMII telah mempunyai logo berhuruf I dan
I, kedua huruf ini mewakili nama Indonesia Indah. Sedangkan maskotnya berupa
tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra).Sebagai kawasan wisata
yang dikonsep secara matang,sejak usia dini TMII telah mengantongi berbagai
penghargaan dibidang pariwisata, baik penghargaan dari pemerintah daerah maupun
lembaga Internasional.
Penghargaan ini salah
satunya berasal dari pemrintah DKI Jakarta yang diberikan pada tahun 1976,
1977, 1978, 1981, 1991, 1992, 1993, dan 1995. Selain itu,TMII juga pernah
menggodol penghargaan pelestarian kebudayaan Golden Award dari Pacific Asian
Travel Assosiation (PATA) pada tahun 1987. Khusus dibidang pembinaan industry
kecil, TMII juga pernah mendapatkan penghargaan dari pemerintah Republik
Indoneisa berupa Upakarti Kepeloporan pada tahun 1990.
Untuk masuk kedalam Taman
Mini Indonesia Indah ( TMII ) kita harus membayar tiket sebesar
10.000/orang,untuk kendaraan mobil sebesar 10.000/mobil,dan untuk kendaraan sepeda motor sebesar 6.000/motor.
Museum
Indonesia, adalah museum antropologi dan etnologi yang
terletak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Indonesia. Museum ini
berkonsentrasi pada seni dan budaya berbagai suku bangsa yang menghuni Nusantara dan
membentuk negara kesatuan Republik Indonesia. Museum ini
bergaya arsitektur Bali dan dihiasi beraneka ukiran dan patung Bali yang sangat
halus dan indah. Museum ini menyimpan koleksi beraneka seni, kerajinan, pakaian
tradisional dan kontemporer dari berbagai daerah di Indonesia.
Biaya masuk untuk ke museum Indonesia sebesar
15.000/orang
Sejarah museum Indonesia
Museum ini
dirancang sebagai bagian dari kesatuan kompleks Taman Mini Indonesia Indah. Bertujuan sebagai pusat informasi
dan pembelajaran mengenai Kebudayaan Indonesia, sebagai "satu perhentian untuk belajar mengenai
Indonesia". Museum dan keseluruhan komplks TMII dibangun dan kemudian
diresmikan pada tahun 1975 atas prakarsa Ibu Tien Suharto. Museum ini
dihiasi berbagai ornamen dan patung Bali dan bergaya arsitektur Bali yang
sangat indah. Beberapa gapura besar bergaya Paduraksa dan Candi Bentar
(gerbang terbelah) khas Bali, demikian pula beberapa menara
sudut menghiasi kompleks museum. Taman dan bangunan museum mengambil tema kisah
Ramayana, misalnya
jembatan menuju bangunan utama berbentuk ular Naga dan Wanara, pasukan kera yang membangun
jembatan menuju Alengka.
Bangunan
utama terdiri atas tiga lantai yang berdasarkan pada falsafah Bali Tri Hita
Karana, konsep moral yang menekankan pada tiga aspek yang dapat membawa
manusia kepada kebahagiaan sejati yakni; memelihara hubungan yang harmonis dengan
Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan alam dan lingkungan sekitar.
Ruang pamer permanen Museum Indonesia memamerkan
koleksi yang terbagi atas tiga bagian yang masing-masing terletak di tiga
lantai:
1.
Lantai
Pertama
Ruang pamer
lantai pertama bertema Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tapi satu jua).
Bagian ini menampilkan pakaian tradisional dan pakaian pernikahan dari 27
provinsi di Indonesia (jumlah provinsi Indonesia tahun 1975 sampai 2000). Ruang
pamer ini juga menampilkan berbagai kesenian khas Indonesia, seperti beraneka
ragam tari, wayang, dan gamelan, serta
lukisan kaca bergambar peta Indonesia. Pameran ini menampilkan kekayaan dan
keanekaragaman budaya masyarakat Indonesia, yang terdiri atas berbagai bahasa,
tradisi, agama, budaya, dan adat istiadat masyarakat Indonesia.
1.
Lantai Kedua
Manusia dan
Lingkungan adalah tema dari ruang pamer di lantai kedua. Bertujuan untuk menjelaskan
mengenai interaksi masyarakat Indonesia dengan alam dan lingkungannya.
Dipamerkan berbagai rumah miniatur rumah tradisional, bangunan peribadatan,
lumbung padi, dan tata letak bangunan dan ruang tinggal masyarakat Indonesia.
Sebagai contoh, rumah panggung, rumah yang didirikan di atas pohon atau di atas
sungai, serta bebagai bangunan tradisional lainnya.
Diorama dari
bagian rumah tradisional Indonesia juga dipamerkan, seperti kamar pengantin
adat Palembang, ruang
tengah masyarakat Jawa, serta
dapur masyarakat Batak. Dipamerkan
pula berbagai benda keperluan sehari-hari untuk berburu, mengumpulkan makanan,
dan alat-alat pertanian. Beberapa diorama menampilkan upacara adat menyangkut
daur hidup manusia, seperti upacara Mitoni (nujuh bulanan), Turun
Tanah (upacara untuk bayi), Khitanan, Mapedes (upacara potong
gigi masyarakat Bali), upacara pelantikan Datuk, dan Pelaminan Minangkabau.
1.
Lantai
Ketiga
Seni dan
Kriya adalah tema ruang pamer lantai ketiga. Ruangan ini menampilkan seni dan
kerajinan tradisional dan kontemporer masyarakat Indonesia. Kerajinan kain
tradisional seperti Songket, Tenun, dan Batik dipamerkan, demikian juga
benda-benda kerajinan dari logam seperti ukiran tembaga dan kuningan.
Seni ukir
kayu yang sangat teliti dan rumit juga ditampilkan, seperti seni ukir Jepara (Jawa tengah), Bali, Toraja, dan Asmat. Benda seni utama di lantai ketiga
adalah ukiran kayu yang sangat besar berbentuk Kalpataru, pohon
hayat. Ukiran pohon setinggi delapan meter dan lebar empat meter ini
melambangkan alam semesta dan mengandung lima unsur dasar; langit, air, angin,
bumi, dan api. Benda seni utama ini ini menutup pameran di museum ini.
Ukiran pohon
Kalpataru setinggi 8 meter, koleksi utama di lantai ketiga
Pagelaran
Lainnya
Terkadang museum ini menggelar pameran tidak tetap atau
sementara dengan tema tertentu, seperti pameran topeng, kain tradisional, senjata
tradisional, lukisan, serta peragaan pembuatan seni kerajinan tradisional; seperti demonstrasi
pembuatan membatik, dan menatah wayang kulit.
Selain
bangunan utama, di dalam kompleks Museum Indonesia terdapat taman Bali, Bale
Panjang, Bale Bundar, dan bangunan Soko Tujuh building yang dapat disewakan
untuk berbagai keperluan umum.
Museum
Indonesia adalah museum yang populer dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun
mancanegara, baik pelajar, mahasiswa, umum, bahkan tamu negara. Kebanyakan
pengunjung bertujuan untuk menangkap kilasan pesona kekayaan dan keanekaragaman
budaya Indonesia dalam kunjungannya, sebagai "satu perhentian untuk
belajar mengenai Indonesia
Fasilitas lainnya yang
disediakan oleh taman mini adalah adanya mobil keliling,dimana mobil ini
berfungsi mengantarkan para pengunjung untuk berkeliling taman mini dengan
mudah harga tiket untuk mobil ini seharga Rp.5000 per orang,selain mobil keliling
ada pula penyewaan sepedah dimana sepedah tersebut bisa kita pakai untuk
berkeliling taman mini dengan keluarga dan teman karna jasa penyewaan sepedah
pun menyediakan sepedah yang sekaligus bisa dipakai untuk tiga orang harga penyewaan
sepeda seharga Rp. 20,000 per jam/sepedah,selain itu ada juga penyewaan sepedah
motor dimana motor tersebut dapat kita bawa untuk mengelilingi taman mini harga
penyewaan motor tersebut seharga Rp. 50,000 per jam.
Dengan adanya penyewaan dan
bis keliling tersebut semakin memudahkan kita untuk menelusuri luasnya taman
mini Indonesia indah tanpa perlu bersusah payah menggunakan angkutan pribadi.
Ini
adalah foto-foto kita saat di Taman Mini Indonesia Indah (museum
Indonesia,museum keprajuritan)





































