Minggu, 03 Mei 2015

Kunjungan ke Museum

Tugas Soft Skill


“MUSEUM INDONESIA”
Di susun oleh :       Arif Taufik Akbar                           (11213307)
Dedayev Syamardala                   (12213099)
Ika Sugiarti                                      (14213241)
Nina Fatimah                                  (16213447)
Soraya Putri Yuniko                      (18213610)
Wuri Handayani                             (19213374)
Kelas              : 2EA18

UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2015-2016
Sejarah Taman Mini Indonesia Indah
Taman Mini Indonesia indah adalah salah satu wisata terkenal di Indonesia dan merupakan kawasan objek wisata yang terbilang megah dengan luas area 165 hektar. Terletak di Jakarta Timur. Lahan tersebut awal mulanya merupakan daerah persawahan dan perladangan milik rakyat, namun kemudian ditransformasikan menjadi kawasan TMII. Taman Mini Indonesia Indah sengaja dibuat sebagai wahana yang dapat merepresentasikan kebhinekaan Indonesia dan kekayaan khasanah budaya bangsa. Sedangkan tujuan pendirian taman miniature ini adalah untuk memupuk dan membina persatuan bangsa, menjungjung tinggi kebudayaan,adat-istiadat,dan perilaku masyarakat Indonesia kepada rakyat Indonesia sendiri dan bangsa lain. Tujuan-tujuan tersebut kemudian diterjemahkan kedalam objek-objek wisata yang disajikan dikawasan TMII,seperti anjungan daerah,museum, taman,tempat rekreasi,dan lain-lain.
 Gagasan pendirian Taman Mini Indonesia Indah Sejarah mencatat, bahwa gagasan awal mula pendirian kawasan wisata TMII adalah oleh Ibu Negara Siti Hartinah Soeharto yang lebih di akrab dengan Ibu Tien Soeharto. Prakarsa tersebut diilhami oleh pidato Presiden Soeharto tentang keseimbangan pembangunan antara bidang fisik-ekonomi dan bidang mental spiritual. Selaku ketua Yayasan Harapan Kita (YHK),yang berdiri pada tanggal 28 Agustus 1968,Ibu Tien Soeharto menyampaikan gagasan pembangunan miniatur Indonesia pada rapat pengurus YHK tanggal 13 Maret 1970 di Jl. Cendana No.8, Jakarta. Bentuk dan sifat isian proyek berupa bangunan utama bercorak rumah-rumah adat daerah yang dilengkapi dengan pergelaran kesenian, kekayaan flora-fauna,dan unsure budaya lain dari masing-masing daerah yang ada diindonesia.
Gagasan itu dilandasi,antara lain, semangat untuk membangkitkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa serta untuk memperkenalkan Indonesia kepada bangsa-bangsa lain di dunia. Tanggal 30 Januari 1971,pada penentuan Rapat kerja Gubernur, Bupati, dan Walikota seluruh Indonesia di Istana Negara yang juga dihadiri oleh presiden, Ibu Tien Soeharto dengan didampingi Menteri Dalam Negeri Amir Mahmud untuk pertama kalinya memaparkan maksud dan tujuan pembangunan miniature Indonesia “Indonesia Indah” di depan umum. Berbagai saran, tanggapan, dan pemikiran dari berbagai kelompok masyarakat pun muncul, yang sebagian besar mendukung pembangunan proyek tersebut.
Pada tanggal 11Agustus 1971,dengan surat YHK, ibu Tien soeharto menugaskan Nusa Consultans untuk membuat rencana induk dan studi kelayakan. Tugas itu selesai dalamwaktu 3,5bulan. Lokasi pembangunan proyek awalnya berada di daerah cempaka putih, diatas tanah seluas+14 hektar. Namun Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin menyarankan lokasi didaerah sekitar Pondok Gede, kecamatan Pasar Rebo,dengan luas tanah + 100 hektar. Selain lebih luas, lokasi itu juga mengikuti perkembangan kota Jakarta dikemudian hari. Ibu Tien Soeharto menerima saran tersebut, karena dengan lahan yang lebih luas memungkinkan proyek miniature Indonesia menampilkan rumah-rumah adat daerah dan bangunan lain dalam ukuran yang sebenarnya. Pada tanggal 30 Juni 1972 pembangunan dimulai tahap demi tahap secara bersinambung. Rancangan bangunan utama berupa peta relief Miniatur Indonesia berikut penyediaan airnya, Tugu Api Pancasila, bangunan Joglo, dan Gedung pengelolaan disiapkan oleh Nusa Consultants berikut pembuatan jalan dan penyediaan kaveling tiap-tiap bangunan.
Rancangan banguna lain, seperti bangunan khas tiap daerah, dikerjakan oleh berbagai biro arsitek, sedang Nusa Consultans hanya membantu menjaga keserasian secara keseluruhan. Berkat kegotong-royongan semua potensi nasional: masyarakat disekitar lokasi,pemerintah pusat dan daerah, swasta, dan berbagai unsure masyarakat lainnya, dalam kurun waktu tiga tahun pembangunan TMII tahap pertama dinyatakan selesai. Pada tanggal 20 april 1975 Taman Mini “Indonesia Indah” diresmikan pembukaannya oleh presiden Soeharto. TMII telah mempunyai logo berhuruf I dan I, kedua huruf ini mewakili nama Indonesia Indah. Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra).Sebagai kawasan wisata yang dikonsep secara matang,sejak usia dini TMII telah mengantongi berbagai penghargaan dibidang pariwisata, baik penghargaan dari pemerintah daerah maupun lembaga Internasional.
Penghargaan ini salah satunya berasal dari pemrintah DKI Jakarta yang diberikan pada tahun 1976, 1977, 1978, 1981, 1991, 1992, 1993, dan 1995. Selain itu,TMII juga pernah menggodol penghargaan pelestarian kebudayaan Golden Award dari Pacific Asian Travel Assosiation (PATA) pada tahun 1987. Khusus dibidang pembinaan industry kecil, TMII juga pernah mendapatkan penghargaan dari pemerintah Republik Indoneisa berupa Upakarti Kepeloporan pada tahun 1990.
Untuk masuk kedalam Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ) kita harus membayar tiket sebesar 10.000/orang,untuk kendaraan mobil sebesar 10.000/mobil,dan untuk  kendaraan sepeda motor sebesar 6.000/motor.


Museum Indonesia, adalah museum antropologi dan etnologi yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Indonesia. Museum ini berkonsentrasi pada seni dan budaya berbagai suku bangsa yang menghuni Nusantara dan membentuk negara kesatuan Republik Indonesia. Museum ini bergaya arsitektur Bali dan dihiasi beraneka ukiran dan patung Bali yang sangat halus dan indah. Museum ini menyimpan koleksi beraneka seni, kerajinan, pakaian tradisional dan kontemporer dari berbagai daerah di Indonesia.
Biaya masuk untuk ke museum Indonesia sebesar 15.000/orang

Sejarah museum Indonesia

Museum ini dirancang sebagai bagian dari kesatuan kompleks Taman Mini Indonesia Indah. Bertujuan sebagai pusat informasi dan pembelajaran mengenai Kebudayaan Indonesia, sebagai "satu perhentian untuk belajar mengenai Indonesia". Museum dan keseluruhan komplks TMII dibangun dan kemudian diresmikan pada tahun 1975 atas prakarsa Ibu Tien Suharto. Museum ini dihiasi berbagai ornamen dan patung Bali dan bergaya arsitektur Bali yang sangat indah. Beberapa gapura besar bergaya Paduraksa dan Candi Bentar (gerbang terbelah) khas  Bali, demikian pula beberapa menara sudut menghiasi kompleks museum. Taman dan bangunan museum mengambil tema kisah Ramayana, misalnya jembatan menuju bangunan utama berbentuk ular Naga dan Wanara, pasukan kera yang membangun jembatan menuju Alengka.
Bangunan utama terdiri atas tiga lantai yang berdasarkan pada falsafah Bali Tri Hita Karana, konsep moral yang menekankan pada tiga aspek yang dapat membawa manusia kepada kebahagiaan sejati yakni; memelihara hubungan yang harmonis dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan alam dan lingkungan sekitar.



Ruang pamer permanen Museum Indonesia memamerkan koleksi yang terbagi atas tiga bagian yang masing-masing terletak di tiga lantai:
1.      Lantai Pertama
Ruang pamer lantai pertama bertema Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tapi satu jua). Bagian ini menampilkan pakaian tradisional dan pakaian pernikahan dari 27 provinsi di Indonesia (jumlah provinsi Indonesia tahun 1975 sampai 2000). Ruang pamer ini juga menampilkan berbagai kesenian khas Indonesia, seperti beraneka ragam tari, wayang, dan gamelan, serta lukisan kaca bergambar peta Indonesia. Pameran ini menampilkan kekayaan dan keanekaragaman budaya masyarakat Indonesia, yang terdiri atas berbagai bahasa, tradisi, agama, budaya, dan adat istiadat masyarakat Indonesia.





1.      Lantai Kedua
Manusia dan Lingkungan adalah tema dari ruang pamer di lantai kedua. Bertujuan untuk menjelaskan mengenai interaksi masyarakat Indonesia dengan alam dan lingkungannya. Dipamerkan berbagai rumah miniatur rumah tradisional, bangunan peribadatan, lumbung padi, dan tata letak bangunan dan ruang tinggal masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, rumah panggung, rumah yang didirikan di atas pohon atau di atas sungai, serta bebagai bangunan tradisional lainnya.
Diorama dari bagian rumah tradisional Indonesia juga dipamerkan, seperti kamar pengantin adat Palembang, ruang tengah masyarakat Jawa, serta dapur masyarakat Batak. Dipamerkan pula berbagai benda keperluan sehari-hari untuk berburu, mengumpulkan makanan, dan alat-alat pertanian. Beberapa diorama menampilkan upacara adat menyangkut daur hidup manusia, seperti upacara Mitoni (nujuh bulanan), Turun Tanah (upacara untuk bayi), Khitanan, Mapedes (upacara potong gigi masyarakat Bali), upacara pelantikan Datuk, dan Pelaminan Minangkabau.


1.      Lantai Ketiga
Seni dan Kriya adalah tema ruang pamer lantai ketiga. Ruangan ini menampilkan seni dan kerajinan tradisional dan kontemporer masyarakat Indonesia. Kerajinan kain tradisional seperti Songket, Tenun, dan Batik dipamerkan, demikian juga benda-benda kerajinan dari logam seperti ukiran tembaga dan kuningan.
Seni ukir kayu yang sangat teliti dan rumit juga ditampilkan, seperti seni ukir Jepara (Jawa tengah), Bali, Toraja, dan Asmat. Benda seni utama di lantai ketiga adalah ukiran kayu yang sangat besar berbentuk Kalpataru, pohon hayat. Ukiran pohon setinggi delapan meter dan lebar empat meter ini melambangkan alam semesta dan mengandung lima unsur dasar; langit, air, angin, bumi, dan api. Benda seni utama ini ini menutup pameran di museum ini.
Ukiran pohon Kalpataru setinggi 8 meter, koleksi utama di lantai ketiga





Pagelaran Lainnya
Terkadang  museum  ini  menggelar pameran tidak tetap atau sementara dengan tema tertentu, seperti pameran topeng, kain tradisional, senjata tradisional, lukisan, serta peragaan pembuatan seni kerajinan  tradisional; seperti demonstrasi pembuatan membatik, dan menatah wayang kulit.
Selain bangunan utama, di dalam kompleks Museum Indonesia terdapat taman Bali, Bale Panjang, Bale Bundar, dan bangunan Soko Tujuh building yang dapat disewakan untuk berbagai keperluan umum.
Museum Indonesia adalah museum yang populer dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, baik pelajar, mahasiswa, umum, bahkan tamu negara. Kebanyakan pengunjung bertujuan untuk menangkap kilasan pesona kekayaan dan keanekaragaman budaya Indonesia dalam kunjungannya, sebagai "satu perhentian untuk belajar mengenai Indonesia
Fasilitas lainnya yang disediakan oleh taman mini adalah adanya mobil keliling,dimana mobil ini berfungsi mengantarkan para pengunjung untuk berkeliling taman mini dengan mudah harga tiket untuk mobil ini seharga Rp.5000 per orang,selain mobil keliling ada pula penyewaan sepedah dimana sepedah tersebut bisa kita pakai untuk berkeliling taman mini dengan keluarga dan teman karna jasa penyewaan sepedah pun menyediakan sepedah yang sekaligus bisa dipakai untuk tiga orang harga penyewaan sepeda seharga Rp. 20,000 per jam/sepedah,selain itu ada juga penyewaan sepedah motor dimana motor tersebut dapat kita bawa untuk mengelilingi taman mini harga penyewaan motor tersebut seharga Rp. 50,000 per jam.
Dengan adanya penyewaan dan bis keliling tersebut semakin memudahkan kita untuk menelusuri luasnya taman mini Indonesia indah tanpa perlu bersusah payah menggunakan angkutan pribadi.



Ini adalah foto-foto kita saat di Taman Mini Indonesia Indah (museum Indonesia,museum keprajuritan)












Tidak ada komentar:

Posting Komentar