Senin, 15 Juni 2015

RESENSI : FILM TANAH AIR BETA


Menyaksikan film ini, bayangan akan menonton film bermutu sarat nuansa nasionalisme sudah menggelora sejak awal. Apalagi adegan dibuka dengan penggambaran pengungsi dari wilayah Timor-Timur yang mengalir ke wilayah Indonesia pasca jajak pendapat memenangkan kubu pro-kemerdekaan pada 1999. Adegan ini dahsyat bagi saya, karena detail penggambaran ribuan pengungsi yang menggunakan aneka jenis kendaraan terutama truk yang dipasangi bendera merah putih dan sebagian besar lainnya berjalan kaki membuat rasa kebangsaan saya bergetar. Apalagi mengetahui faktanya mereka rata-rata-rata berjalan 8 jam bahkan lebih untuk mencapai perbatasan dengan Indonesia. Dalam film ini, para pengungsi tersebut masuk dari pintu kota Tuapukan dan Uabelo di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Miris sekali rasa hati ini.

Di antara para pengungsi itu terdapat Tatiana (29 tahun, diperankan oleh Alexandra Gottardo) dan putriya Merry (10 tahun, diperankan oleh Griffit Patricia). Mereka terpaksa meninggalkan Timor-Timur tanah airnya yang saat itu sudah dalam proses menjadi Republik Demokratik Timor Leste (RDTL). Mereka bahkan meninggalkan kakak Merry, Mauro (12 tahun, diperankan oleh Marcel Raymond) yang dititipkan pada seorang pamannya yang bertahan di Timor-Timur. Kisah inilah yang menjadi benang merah utama keseluruhan film, bagaimana keluarga itu berjuang untuk dapat bertemu kembali dengan Mauro.

Namun bayangan akan menyaksikan film heroik atau minimal mengharukan rusak begitu muncul karakter Abu Bakar (diperankan oleh Asrul Dahlan) yang konyol. Abu Bakar ini adalah seorang pria Timor yang baru saja menikah dua minggu dan harus terpisah karena sang istri memihak kubu pro-kemerdekaan (kemudian diketahui sang istri ini sudah menikah lagi). Untuk menyambung hidupnya, pria bertubuh tinggi besar yang buta huruf ini berjualan bensin eceran. Tingkah Abu Bakar yang memang karakter utama pria ini mewarnai keseluruhan film dengan gelak-tawa. Misalnya saja saat ia mengakali penjual pom bensin yang menolak melayani pembelian dengan jeriken (dari kata bahasa Inggris jerry can) dengan memodifikasi tangki bensin motornya menjadi berukuran super besar. Namun ada tindakan yang bisa dimaknai secara simbolik saat Abu Bakar menempelkan sticker bertuliskan “Timor Leste” secara terbalik di tangki motornya. Meski didalihkan itu karena buta huruf, tapi bisa diartikan berbeda. Kuatnya karakter Abu Bakar ini membuat film secara keseluruhan terbungkus oleh komedi, padahal inti ceritanya ironi. Yah, seperti membungkus ironi dengan komedi.
Walau begitu, nuansa kesedihan tetap terasa apalagi saat ditunjukkan gambaran kamp pengungsian yang seadanya. Bahkan upacara pernikahan di tepi pantai yang ditingkahi lagu gembira “Bonita” dan “O’Dobben” tetap terasa menggiriskan hati. Di upacara pernikahan inilah karakter dokter Joseph (diperankan sendiri oleh sang sutradara Ari Sihasale) pertama kali muncul setelah dicari oleh Merry yang berlari panik karena ibunya sakit. Melalui karakter ini jualah pesan “cucilah tangan sebelum makan” yang ternyata disponsori oleh Lifebuoy (terlihat jelas dalam credit title di akhir film) sering digemakan, juga lewat tokoh-tokoh lainnya. Bagi saya, masuknya pesan sponsor ini cukup halus karena tidak ada logo sponsor terlihat di sepanjang film, mereknya pun tidak disebut, hanya pesan yang terasa universal itu saja.

Penggambaran karakter lain juga kuat. Misalnya karakter Carlo (diperankan dengan baik oleh Yehuda Rumbini) teman sekolah Merry yang nakal dan senang mengganggu Merry, ternyata kemudian menjadi sahabat terbaiknya. Tatiana sendiri  yang mengajar di sekolah darurat dimana Merry dan Carlo belajar. Berbagai kekonyolan juga muncul dari karakter ini, seperti adegan saat ia mencarikan minuman untuk Merry dimana ia mencuri air dari ceret seorang warga. Juga ada karakter pedagang peranakan keturunan Cina yaitu Koh Ipin (Robby Tumewu) dan Cik Irene (Tessa Kaunang) yang baik hati. Suami istri itu selain memberikan Merry pekerjaan membantu mereka di toko, juga membiarkan Merry membeli oleh-oleh kaos untuk Mauro seharga Rp 5.000,- saja. Padahal harga kaos itu aslinya Rp 50.000,-

Lukman Sardi yang di film-film lain kerap bermain sebagai peran utama, di film ini hanya mendapatkan peran kecil sebagai petugas relawan. Dari tangannya-lah didapatkan informasi tentang pencarian sanak-saudara yang masih tertinggal di Timor-Timur. Merry akhirnya bertemu Mauro di akhir film, berlokasi di “jembatan air mata” yang aslinya terletak di Mota ‘Ain. Oh ya, disebut begitu karena di jembatan yang menjadi pemisah kedua negara yaitu Republik Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste itu warga kedua negara yang sesungguhnya satu bangsa kerap bertemu dan saling berderai air mata di sana.

Bagi saya, pesan film ini sangat kuat. Agar pemerintah peduli pada nasib pengungsi Timor-Timur. Apalagi pekan lalu harian Kompas sempat mengangkat problema ini di halaman pertama serta liputan utamanya. Detailnya juga bagus, apalagi film ini memang digarap di lokasi pengungsian asli di Nusa Tenggara Timur. Apalagi penggunaan bahasa Indonesia dialek Timor yang kental di sepanjang film mengingatkan saya pada film kesukaan saya, Dances With Wolves (1990) yang menggunakan bahasa Indian Sioux dan Pawnee, patut diacungi jempol. Terlibatnya tentara asli dari kesatuan Kostrad dan Kopassus yang berjaga di sekitar “jembatan air mata” pun sempat mengagetkan saya. Ternyata, film ini memang didukung resmi oleh pemerintah dan Kodam setempat seperti tercantum di credit title. Bahkan nama sejumlah jenderal pun terlihat di sana. Rasa nasionalisme juga terjaga dengan tidak diperlihatkannya bendera negara RDTL sepanjang film. Padahal, aslinya dari “jembatan air mata” perbatasan dengan RDTL terlihat jelas.

Kalau pun ada kelemahan, selain “jembatan air mata” yang terlihat lebih pendek dibandingkan aslinya, hanya detail-detail kecil. Sebutlah mobil relawan yang hanya berwarna putih saja tanpa tulisan “UN”. Mungkin Alenia Pictures tidak mendapatkan izin dari PBB. Juga pemakaian lagu “Kasih Ibu” yang dinyanyikan Merry dan Mauro di atas jembatan air mata -apalagi Carlo ikut-ikutan- terasa sekali “sinetron banget”. Gaya realis menjadi rusak di adegan surealis ini.


Toh, secara keseluruhan, film ini sangat bagus. Terutama untuk mengingatkan kita bahwa Indonesia bukan hanya Jawa. Dan masih banyak masalah bangsa selain mengurusi kasus video porno “mirip artis”. Dan jelas, seperti lagu “Indonesia Pusaka” karya Ismail Marzuki yang syair pertamanya jadi judul film ini, senantiasa mengingatkan kita bahwa Indonesia adalah tanah air beta, yang akan selalu kubela dan kujaga.

Minggu, 03 Mei 2015

Kunjungan ke Museum

Tugas Soft Skill


“MUSEUM INDONESIA”
Di susun oleh :       Arif Taufik Akbar                           (11213307)
Dedayev Syamardala                   (12213099)
Ika Sugiarti                                      (14213241)
Nina Fatimah                                  (16213447)
Soraya Putri Yuniko                      (18213610)
Wuri Handayani                             (19213374)
Kelas              : 2EA18

UNIVERSITAS GUNADARMA
ATA 2015-2016
Sejarah Taman Mini Indonesia Indah
Taman Mini Indonesia indah adalah salah satu wisata terkenal di Indonesia dan merupakan kawasan objek wisata yang terbilang megah dengan luas area 165 hektar. Terletak di Jakarta Timur. Lahan tersebut awal mulanya merupakan daerah persawahan dan perladangan milik rakyat, namun kemudian ditransformasikan menjadi kawasan TMII. Taman Mini Indonesia Indah sengaja dibuat sebagai wahana yang dapat merepresentasikan kebhinekaan Indonesia dan kekayaan khasanah budaya bangsa. Sedangkan tujuan pendirian taman miniature ini adalah untuk memupuk dan membina persatuan bangsa, menjungjung tinggi kebudayaan,adat-istiadat,dan perilaku masyarakat Indonesia kepada rakyat Indonesia sendiri dan bangsa lain. Tujuan-tujuan tersebut kemudian diterjemahkan kedalam objek-objek wisata yang disajikan dikawasan TMII,seperti anjungan daerah,museum, taman,tempat rekreasi,dan lain-lain.
 Gagasan pendirian Taman Mini Indonesia Indah Sejarah mencatat, bahwa gagasan awal mula pendirian kawasan wisata TMII adalah oleh Ibu Negara Siti Hartinah Soeharto yang lebih di akrab dengan Ibu Tien Soeharto. Prakarsa tersebut diilhami oleh pidato Presiden Soeharto tentang keseimbangan pembangunan antara bidang fisik-ekonomi dan bidang mental spiritual. Selaku ketua Yayasan Harapan Kita (YHK),yang berdiri pada tanggal 28 Agustus 1968,Ibu Tien Soeharto menyampaikan gagasan pembangunan miniatur Indonesia pada rapat pengurus YHK tanggal 13 Maret 1970 di Jl. Cendana No.8, Jakarta. Bentuk dan sifat isian proyek berupa bangunan utama bercorak rumah-rumah adat daerah yang dilengkapi dengan pergelaran kesenian, kekayaan flora-fauna,dan unsure budaya lain dari masing-masing daerah yang ada diindonesia.
Gagasan itu dilandasi,antara lain, semangat untuk membangkitkan kebanggaan dan rasa cinta terhadap tanah air dan bangsa serta untuk memperkenalkan Indonesia kepada bangsa-bangsa lain di dunia. Tanggal 30 Januari 1971,pada penentuan Rapat kerja Gubernur, Bupati, dan Walikota seluruh Indonesia di Istana Negara yang juga dihadiri oleh presiden, Ibu Tien Soeharto dengan didampingi Menteri Dalam Negeri Amir Mahmud untuk pertama kalinya memaparkan maksud dan tujuan pembangunan miniature Indonesia “Indonesia Indah” di depan umum. Berbagai saran, tanggapan, dan pemikiran dari berbagai kelompok masyarakat pun muncul, yang sebagian besar mendukung pembangunan proyek tersebut.
Pada tanggal 11Agustus 1971,dengan surat YHK, ibu Tien soeharto menugaskan Nusa Consultans untuk membuat rencana induk dan studi kelayakan. Tugas itu selesai dalamwaktu 3,5bulan. Lokasi pembangunan proyek awalnya berada di daerah cempaka putih, diatas tanah seluas+14 hektar. Namun Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin menyarankan lokasi didaerah sekitar Pondok Gede, kecamatan Pasar Rebo,dengan luas tanah + 100 hektar. Selain lebih luas, lokasi itu juga mengikuti perkembangan kota Jakarta dikemudian hari. Ibu Tien Soeharto menerima saran tersebut, karena dengan lahan yang lebih luas memungkinkan proyek miniature Indonesia menampilkan rumah-rumah adat daerah dan bangunan lain dalam ukuran yang sebenarnya. Pada tanggal 30 Juni 1972 pembangunan dimulai tahap demi tahap secara bersinambung. Rancangan bangunan utama berupa peta relief Miniatur Indonesia berikut penyediaan airnya, Tugu Api Pancasila, bangunan Joglo, dan Gedung pengelolaan disiapkan oleh Nusa Consultants berikut pembuatan jalan dan penyediaan kaveling tiap-tiap bangunan.
Rancangan banguna lain, seperti bangunan khas tiap daerah, dikerjakan oleh berbagai biro arsitek, sedang Nusa Consultans hanya membantu menjaga keserasian secara keseluruhan. Berkat kegotong-royongan semua potensi nasional: masyarakat disekitar lokasi,pemerintah pusat dan daerah, swasta, dan berbagai unsure masyarakat lainnya, dalam kurun waktu tiga tahun pembangunan TMII tahap pertama dinyatakan selesai. Pada tanggal 20 april 1975 Taman Mini “Indonesia Indah” diresmikan pembukaannya oleh presiden Soeharto. TMII telah mempunyai logo berhuruf I dan I, kedua huruf ini mewakili nama Indonesia Indah. Sedangkan maskotnya berupa tokoh wayang Hanoman yang dinamakan NITRA (Anjani Putra).Sebagai kawasan wisata yang dikonsep secara matang,sejak usia dini TMII telah mengantongi berbagai penghargaan dibidang pariwisata, baik penghargaan dari pemerintah daerah maupun lembaga Internasional.
Penghargaan ini salah satunya berasal dari pemrintah DKI Jakarta yang diberikan pada tahun 1976, 1977, 1978, 1981, 1991, 1992, 1993, dan 1995. Selain itu,TMII juga pernah menggodol penghargaan pelestarian kebudayaan Golden Award dari Pacific Asian Travel Assosiation (PATA) pada tahun 1987. Khusus dibidang pembinaan industry kecil, TMII juga pernah mendapatkan penghargaan dari pemerintah Republik Indoneisa berupa Upakarti Kepeloporan pada tahun 1990.
Untuk masuk kedalam Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ) kita harus membayar tiket sebesar 10.000/orang,untuk kendaraan mobil sebesar 10.000/mobil,dan untuk  kendaraan sepeda motor sebesar 6.000/motor.


Museum Indonesia, adalah museum antropologi dan etnologi yang terletak di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Indonesia. Museum ini berkonsentrasi pada seni dan budaya berbagai suku bangsa yang menghuni Nusantara dan membentuk negara kesatuan Republik Indonesia. Museum ini bergaya arsitektur Bali dan dihiasi beraneka ukiran dan patung Bali yang sangat halus dan indah. Museum ini menyimpan koleksi beraneka seni, kerajinan, pakaian tradisional dan kontemporer dari berbagai daerah di Indonesia.
Biaya masuk untuk ke museum Indonesia sebesar 15.000/orang

Sejarah museum Indonesia

Museum ini dirancang sebagai bagian dari kesatuan kompleks Taman Mini Indonesia Indah. Bertujuan sebagai pusat informasi dan pembelajaran mengenai Kebudayaan Indonesia, sebagai "satu perhentian untuk belajar mengenai Indonesia". Museum dan keseluruhan komplks TMII dibangun dan kemudian diresmikan pada tahun 1975 atas prakarsa Ibu Tien Suharto. Museum ini dihiasi berbagai ornamen dan patung Bali dan bergaya arsitektur Bali yang sangat indah. Beberapa gapura besar bergaya Paduraksa dan Candi Bentar (gerbang terbelah) khas  Bali, demikian pula beberapa menara sudut menghiasi kompleks museum. Taman dan bangunan museum mengambil tema kisah Ramayana, misalnya jembatan menuju bangunan utama berbentuk ular Naga dan Wanara, pasukan kera yang membangun jembatan menuju Alengka.
Bangunan utama terdiri atas tiga lantai yang berdasarkan pada falsafah Bali Tri Hita Karana, konsep moral yang menekankan pada tiga aspek yang dapat membawa manusia kepada kebahagiaan sejati yakni; memelihara hubungan yang harmonis dengan Tuhan, dengan sesama manusia, dan dengan alam dan lingkungan sekitar.



Ruang pamer permanen Museum Indonesia memamerkan koleksi yang terbagi atas tiga bagian yang masing-masing terletak di tiga lantai:
1.      Lantai Pertama
Ruang pamer lantai pertama bertema Bhinneka Tunggal Ika (Berbeda-beda tapi satu jua). Bagian ini menampilkan pakaian tradisional dan pakaian pernikahan dari 27 provinsi di Indonesia (jumlah provinsi Indonesia tahun 1975 sampai 2000). Ruang pamer ini juga menampilkan berbagai kesenian khas Indonesia, seperti beraneka ragam tari, wayang, dan gamelan, serta lukisan kaca bergambar peta Indonesia. Pameran ini menampilkan kekayaan dan keanekaragaman budaya masyarakat Indonesia, yang terdiri atas berbagai bahasa, tradisi, agama, budaya, dan adat istiadat masyarakat Indonesia.





1.      Lantai Kedua
Manusia dan Lingkungan adalah tema dari ruang pamer di lantai kedua. Bertujuan untuk menjelaskan mengenai interaksi masyarakat Indonesia dengan alam dan lingkungannya. Dipamerkan berbagai rumah miniatur rumah tradisional, bangunan peribadatan, lumbung padi, dan tata letak bangunan dan ruang tinggal masyarakat Indonesia. Sebagai contoh, rumah panggung, rumah yang didirikan di atas pohon atau di atas sungai, serta bebagai bangunan tradisional lainnya.
Diorama dari bagian rumah tradisional Indonesia juga dipamerkan, seperti kamar pengantin adat Palembang, ruang tengah masyarakat Jawa, serta dapur masyarakat Batak. Dipamerkan pula berbagai benda keperluan sehari-hari untuk berburu, mengumpulkan makanan, dan alat-alat pertanian. Beberapa diorama menampilkan upacara adat menyangkut daur hidup manusia, seperti upacara Mitoni (nujuh bulanan), Turun Tanah (upacara untuk bayi), Khitanan, Mapedes (upacara potong gigi masyarakat Bali), upacara pelantikan Datuk, dan Pelaminan Minangkabau.


1.      Lantai Ketiga
Seni dan Kriya adalah tema ruang pamer lantai ketiga. Ruangan ini menampilkan seni dan kerajinan tradisional dan kontemporer masyarakat Indonesia. Kerajinan kain tradisional seperti Songket, Tenun, dan Batik dipamerkan, demikian juga benda-benda kerajinan dari logam seperti ukiran tembaga dan kuningan.
Seni ukir kayu yang sangat teliti dan rumit juga ditampilkan, seperti seni ukir Jepara (Jawa tengah), Bali, Toraja, dan Asmat. Benda seni utama di lantai ketiga adalah ukiran kayu yang sangat besar berbentuk Kalpataru, pohon hayat. Ukiran pohon setinggi delapan meter dan lebar empat meter ini melambangkan alam semesta dan mengandung lima unsur dasar; langit, air, angin, bumi, dan api. Benda seni utama ini ini menutup pameran di museum ini.
Ukiran pohon Kalpataru setinggi 8 meter, koleksi utama di lantai ketiga





Pagelaran Lainnya
Terkadang  museum  ini  menggelar pameran tidak tetap atau sementara dengan tema tertentu, seperti pameran topeng, kain tradisional, senjata tradisional, lukisan, serta peragaan pembuatan seni kerajinan  tradisional; seperti demonstrasi pembuatan membatik, dan menatah wayang kulit.
Selain bangunan utama, di dalam kompleks Museum Indonesia terdapat taman Bali, Bale Panjang, Bale Bundar, dan bangunan Soko Tujuh building yang dapat disewakan untuk berbagai keperluan umum.
Museum Indonesia adalah museum yang populer dikunjungi oleh wisatawan lokal maupun mancanegara, baik pelajar, mahasiswa, umum, bahkan tamu negara. Kebanyakan pengunjung bertujuan untuk menangkap kilasan pesona kekayaan dan keanekaragaman budaya Indonesia dalam kunjungannya, sebagai "satu perhentian untuk belajar mengenai Indonesia
Fasilitas lainnya yang disediakan oleh taman mini adalah adanya mobil keliling,dimana mobil ini berfungsi mengantarkan para pengunjung untuk berkeliling taman mini dengan mudah harga tiket untuk mobil ini seharga Rp.5000 per orang,selain mobil keliling ada pula penyewaan sepedah dimana sepedah tersebut bisa kita pakai untuk berkeliling taman mini dengan keluarga dan teman karna jasa penyewaan sepedah pun menyediakan sepedah yang sekaligus bisa dipakai untuk tiga orang harga penyewaan sepeda seharga Rp. 20,000 per jam/sepedah,selain itu ada juga penyewaan sepedah motor dimana motor tersebut dapat kita bawa untuk mengelilingi taman mini harga penyewaan motor tersebut seharga Rp. 50,000 per jam.
Dengan adanya penyewaan dan bis keliling tersebut semakin memudahkan kita untuk menelusuri luasnya taman mini Indonesia indah tanpa perlu bersusah payah menggunakan angkutan pribadi.



Ini adalah foto-foto kita saat di Taman Mini Indonesia Indah (museum Indonesia,museum keprajuritan)












Villa Angker

Keni pun sudah membaik, ia mulai menulis dibuku diary-nya lagi. Ketika itu ada yang memegang pundaknya dari belakang. Lelaki tampan yang memegang pundaknya, ia merasa terpesona melihat lelaki itu. Sampai-sampai ia melupakan pacarnya,Rangga.

Karena merasa gugup Keni membelakangi lelaki tersebut dan salting sendiri. Tiba-tiba ada suara benda jatuh dan menggelinding menuju kakinya. Keni tak tahu apakah yang menggelinding ke kakinya. Perlahan ia melihat kebawah. Ya Ampun!!!! Itu kan kepala... Batin Keni. Dari bawah ia melihat keatas.

Ternyata, kepala lelaki itu lah yang menggelinding. Keni mulai menjerit lagi dan berlari memeluk Rangga. “Ga, tolong ga disana ada orang kepala copot!!!” kata Keni tak tenang. “Gak ada kepala copot Ken…” Kata Rangga berusaha menenangkan Keni. “Enggak!!! Tadi kepalanya gelinding ke kaki gue!!!” kata Keni. “Udah lupain aja” Kata Keni.
Keni pun mulai tenang. Ia mencari buku diary yang tadi ditinggalkannya. Kemudian, ia memojok dikamar dan mulai menulis. Telepon didalam kamar berdering dan Keni mengangkatnya. “Halo?” kata Keni. Kematianmu sudah dekat dengan nada wanita yang lemah lembut. Keni segera menutup telepon dan mulai panik. Ia tak mengerti apa maksud dari perkataan itu. Akhirnya, Keni melanjutkan menulis diary. Bulu kuduk Keni berdiri, merasa udara disana begitu dingin.

Merasa ada seseorang yang bernafas dilehernya. Ia menengok ke arah nafas tersebut ia kaget melihat kepala bayi yang tertawa disampingnya. Keni menjerit ketakutan. Kami semua pun masuk ke kamar cewek dan menghampiri Keni. Ketika kami datang, kami melihat Keni sudah tertindih lemari yang besar dan tertindih ranjang kasur kami.
Dengan tragis, Keni tewas ditempat dan kami semua berduka menangis meratapi semua yang terjadi. Darah melumuri seluruh tubuh Keni. Kami menelpon ambulance untuk membawa Keni kembali ke Bekasi. Rangga ikut pulang untuk menghadiri pemakaman Keni di sana.

Keesokan paginya, Alya datang menyusul kami ke villa. Aku melihat begitu bahagianya Kevin dan Alya ketika mereka bertemu. Tapi entah kenapa hatiku rasanya panas seolah terbakar api yang membara.Apa aku cemburu? Batinku. “Ah, tapi gak mungkin Angel!!!!!” Kataku ribet sendiri.

Ketika malamnya, aku mengantar Alya yang ingin berenang di kolam belakang. Aku pun mengantar Alya, dan aku hanya duduk menunggu Alya sedangkan Kevin sedang memanggang barbeque untuk kami semua. Kemudian, saat Alya sedang santai berenang entah apa yang terjadi Alya meminta tolong seolah-olah akan tenggelam. “Ya, jangan akting deh… Mentang-mentang cowok lu gak bisa akting jadi lu akting terus” Kata Kevin sambil tetap memanggang barbeque.
Alya terus minta tolong, dan terus berusaha agar tidak tenggelam. “Kev, kayanya cewek lu gak akting deh.” Kataku. “Ah, dia cuma akting doang biar gue khawatir… Udah biarin aja, dia kan jago berenang.” Kata Kevin tetap memanggang. Alya berteriak sekencang-kencangnya meminta tolong kepada semua orang yang ada disekitar kolam renang.

Aku mulai merasa kasihan. “Kev!!! Itu si Alya mau tenggelem!!!” kataku membentak Kevin. “Cuma akting, gel” kata Kevin tetap santai. “Cowok gila lu!!!” kataku dan tanpa pikir panjang lagi aku langsung menyebur ke kolam untuk mencari Alya. Saat aku akan menyebur Alya sudah tenggelam dan aku harus mencarinya.

Tapi, anehnya berkeliling kolam aku tak menemukan Alya. Aku naik ke permukaan dan melihat sekeliling kolam renang. Aku melihat si Alya yang duduk main ayunan di dekat pohon sana. Aku berpikir kalau Alya benar-benar akting dan mengerjaiku saja. Aku berteriak memanggil nama Alya dari kolam, dan aku naik ke atas.
“Ngapain lu manggil nama si Alya?” kata Kevin. “Si Alya gak ada di kolam renang, tuh dia udah duduk di ayunan sana” kataku sambil menunjuk ayunan yang berayun sendiri. “Mana?” tanya Kevin. “Itu tuh… di ayunan sana…” kata ku. “Ah, ngaco lu” Kevin pun melanjutkan memanggang barbeque nya.

Aku pun menghampiri Alya yang sedang bermain ayunan sambil menyanyikan lagu Lengser Wengi. Dengan wajah yang pucat, tatapan yang kosong, nada suara yang lembut, dan pakaian yang berbeda aku melihat Alya. “Ya, jangan pake tampang gituan dong, serem tau… Pake nyanyi lagu Lengser Wengi segala lagi. Makin serem tau gak? Terus cepet amat lu ganti baju?” Kataku bicara pada Alya.

“Gel, aku mau nitip Kevin sama kamu, tolong jagain dia, sayangi dia kaya aku sayang sama dia selama ini. Aku mau pergi ninggalin kalian dan aku mau ucapin selamat tinggal sama kalian semua. Ajal udah menjemput aku, tolong yakinkan yang lain kalau aku udah gak ada.” Kata Alya dengan tatapan kosong dan nada bicara yang datar.

“Etdah… Tumben bahasa lu hahahah…. Maksud lu? Lu mati? Jangan bercanda deh Ya!!!” kata ku gak yakin. Alya pun tertawa cekikikan dan terbang ke atas meninggalkanku. Dan aku hanya menatap keatas menyaksikan kepergian Alya.
Aku kembali ke tempat panggang barbeque, dan menceritakan semua kepada Kevin. Tetapi Kevin tetap tak percaya juga. Aku berusaha meyakinkan mereka, tapi mereka tak yakin juga. Padahal sudah 2 hari Alya menghilang dan belum ditemukan juga.

Setelah, hilangnya Alya selama berhari-hari Kevin pun percaya. Namun, tetap saja Shera dan Indra tak percaya juga. Kevin mulai curiga dengan semuanya, akhirnya kami berempat mencari informasi tentang villa itu.

Sabtu, 02 Mei 2015

Vacation in Bandung

Once upon a time, I went to Bandung with my family. Bandung is the best city in west java and Bandung is a capital city of that. I took a bus to go there. It took 5 hours from Jakarta. The bus arrived at Situpatenggang, Bandung around 7 p.m. It was raining outside when I came into holiday inn. This inn was in the center of city. The highway was so crowded. The first night I went shopping to a clothing shop nearby. I bought 2 special t-shirts from Bandung. That was important to remember the time overthere next time.

The next day I spent the whole day at Kawah Putih. I enjoyed the scenery of Kawah Putih crater. The crater was full of smoke. It looked very deep and dangerous. Unfortunetely, the rain disturbed the beautiful panorama. The bus took me to the center of town before the sun set. We came to Pasar Baru in the center of Bandung. Pasar Baru is name of market. It provided a lot of clothing and goods as special souvenirs. We left Bandung in the evening. We still planned to go to Jogjakarta before coming home to Jember. 

Holiday in Bali

Last week, Me and my family went to Bali. we went to Sanur and Kuta Beach. When we arrived in Bali, we must went to motel and take a rest. Next day we left by car at five in the afternoon. I drove my car carefully. we arrived at Sanur at seven in the evening. Then, we went to a motel near Sanur Beach. We stayed for a night in the motel. Tomorrow we went to Sanur Beach on foot. The beach is not far. It is only a kilometer. we started in the morning because they wanted to see the sunrise.



After the sun rose, they enjoyed other activities. Me and my family looked at touris painting in a small gallery. At ten o'clock they went back to the motel. We stayed and had lunch there. At four in the afternoon, we left for Kuta Beach. We went there by car. Then we walked along the seashore. We saw what some foreign tourists were doing there. we lay on the sand and had a massage, others rode motorcycles of were surfing. They looked very comfortable. They felt the picnic was very enjoyable. Both beaches were very interesting.




Jumat, 01 Mei 2015

Pertarungan Cindy

Cindy. Gadis berusia 15 tahun ini sedang gelisah menunggu hasil pengumuman kelulusan di depan gerbang sekolahnya yang masih tertutup bersama semua teman-temannya yang juga gelisah dengan alasan yang sama. “duuh, gimana ya kalo ga lulus?” keluh Hehey, sahabat Danya. “tenang aja Hey, kamu pasti lulus kok.. Aku percaya. Kita harus optimis” jawab Cindy sambil memegang pundak Hehey. Senyum hehey mengembang sedikit, perkataan Cindy membuat Hehey sedikit lega. Pintu gerbang sekolahpun terbuka, semua anak menyerbu papan pengumuman yang terdapat di tengah lapang sekolah. Semua anak hirup-pikup mencari namanya di setiap kertas yang tertempel di papan pengumuman itu. Cindy memegang tangan Hehey agar sahabatnya itu tidak hilang. Pada papan pertama dan kedua tidak tercantum nama mereka.. ketika mereka melihat papan ketiga, ternyata hasilnya mereka berdua dinyatakan, LULUS dan dapat meneruskan ke SMA pilihan pertama mereka. Betapa gembiranya Cindy dan Hehey saat melihat pengumuman itu, tetapi disela kebahagiaan mereka terpancar kesedihan yang teramat-sangat karena mereka akan berpisah. Hehey dapat beasiswa ke Hongkong untuk meneruskan masa SMA nya di sana.

Beberapa bulan berlalu, Cindy sudah mengenakan seragam putih abu-abu, seragam SMA favorit pilihannya. Namun yang ia tidak tahu adalah pergaulan SMA favorit tersebut tidak se-favorit perkiraan orang-orang awam. Rokok, Narkotika, dan Sex bebas menjadi keseharian yang tidak aneh di sekolah itu. Cindy pun tidak tahu akan hal itu. Hari pertama masuk SMA, Cindy adalah anak yang rapih dan teladan. Namun itu tidak berlangsung lama. Cindy menemukan sahabat barunya di sana, Caesar dan Kanya. Walaupun memiliki nama hampir sama dengan Cindy, sifat Kanya sangatlah tidak ada mirip-miripnya dengan Cindy. Kanya adalah seorang siswi perokok yang senang keluar malam. Caesar sendiri sudah tidak asing, ia adalah bandar narkoba di sekolah tersebut. Cindy masuk ke dalam lubang buaya, ia salah memilih teman.

Cindy bukannya menjauhi kedua orang itu, tapi Cindy malah terbawa pergaulan yang salah akibat kedua temannya itu. Cindy menjadi perokok dan pemakai narkoba. Beberapa bulan berlalu Cindy suddah mengalami 3 kali over dosis dan 3 kali pula ia koma di rumah sakit. Orang tua Cindy hanya bisa menangis dan menyesali semuanya. Prestasi Cindy menurun derastis, bagai terjun bebas dari pesawat yang sedang terbang di langit. Ia sering bolos sekolah untuk berpesta narkoba bersama Caesar dan Kanya. Hidupnya kini suram.

Bunga, seorang pengurus osis kelas 2 di sekolah itu memperhatikan Cindy sejak lama. Ia kasihan kepada Cindy yang bagai orang gila ketika tiba-tiba sakau di sekolah. Ia mencari-cari informasi tentang Cindy kepada orang tuanya, namun hasilnya nihil. Orang tuanya tidak memberi jawaban yang berguna bagi penyelidikannya. Ketika suatu hari Bunga sedang duduk di kantin yang kosong, ia bertemu Aldi. Murid kelas 3. “kamu sedang membuntuti Cindy ya?” tanya Aldi dengan dingin yang tiba-tiba duduk di sebelah Bunga “i..iya, kok kamu tahu?”,”karna aku juga melakukan hal yang sama denganmu” lalu Aldi pergi meninggalkan Bunga. Bunga melihat Aldi berlalu dari sampingnya. Dikepalanya kini makin banyak tanda tanya.

Beberapa hari kemudian, ketika pelajaran berlangsung Cindy tiba-tiba pingsan. Semua anak tidak ada yang menyadarinya, kecuali.. Azka. Dia adalah teman sebangku Cindy. Azka lalu minta izin untuk membawa Cindy ke UKS, namun tidak ada yang mau membantunya. Dengan sekuat tenaganya Azka menggendong Cindy di punggungnya. Azka tidaklah lebih tinggi dan lebih besar dari Cindy, jadi menggendong Cindy bukanlah hal yang mudah. Ketika sampai di tangga Azka merasa kelelahan, saat itulah Aldi kebetulan lewat. “Cindy kenapa de?” tanya Aldi pada Azka yang ternyata adalah adiknya. “nggak tau kak, tiba-tiba aja pas lagi belajar matanya menatap kosong, seperti orang kurang tidur, lalu wajahnya pucat dan kepalanya tiba-tiba saja jatuh ke meja”,”biar aku saja yang membawa Cindy ke UKS.. kembalilah kamu ke kelas” perintah Aldi. Azka menurut.

Mata Cindy menerawang seisi ruangan ketia ia tersadar dari pingsannya. “dimana ini?” tanya dia pelan sambil memegangi kepalanya yang terasa pusing. “di UKS” sosok tubuh Aldi keluar dari balik tirai di dalam UKS itu. Cindy tiba-tiba saja merasa malu, canggung, dan kaget karna tiba-tiba ada seorang anak yang paling populer di sekolahnya yang sangat ia kagumi berada dalam satu ruangan bersamanya. “a..aku kenapa?” tanya Cindy, “ kamu pingsan, sepertinya kamu sudah mau ngengalami sakau ketika tadi di kelas”.. pipi Cindy yang memerah kini terbasahi oleh air mata. “aa..aku. aku gak mau pake narkoba lagi! Semua hidup aku hancur gara-gara narkoba! Aku gak mau tau lagi! Aku capek! Aku capek terus-terusan sakau dan koma di rumah sakit gara-gara over dosis! Aku gak mau lagi!!” cerita Cindy sambil agak berteriak berlinang air mata. Aldi duduk di sebelah tempat tidur Cindy. Ia mengelus kepala Cindy dengan lembut. “tenang.. aku akan membantumu berubah..pasti..itu janjiku”, “kamu serius..?”, “iya.. karena aku sayang kamu, Cindy”

Liburan Kepuncak

liburan bersama teman memang mengasikan dan berencana ke puncak bogor, kita ingin ke taman wisata matahari, disana sangat asri dengan lingkungan udara yang sejuk, sesampai disana kami langsung ketempat sungai yang bisa dipakai untuk arungjeram, sungguh mengasikan bukan guys, bersama teman melewati waktu yang berlanjut pun  hingga sore.

berada di sungai melewati bebatuan saat berarungjeram memang mengasikan, itulah yang aku alami ketika bertamasya ke wisata matahari, puncak. banyak tamasya yang mengasikan disana, aku hampir tidak mau pergi dari sana, karena bisa melupakan waktu dan bersenang senang hahaha. waktu pun berjalan sampai aku kehabisan uang dan bingung untuk pulang dengan teman teman, nasib nasib emang anak kuliahan,  untungnya salah satu teman ku masih mempunyai uang di ATM.

berakhirlah tujuan kali ini berwisata ke puncak yang mengasikan yang bisa melupakan waktu menghapus stress dan have fun

Meraih Masa Depan

Ukirkan dalam hati teman masa depan
Lebih tangguh daripada yang kita duga
engkau lah pembawa hati yang dermawan
Cobalah kau berada disini saja

Demi meraih apa yang kau tuju
Tak perlu ragu jadilah diri yang baru
meski badai menerpa beliau
ku berada di depanmu

Bukan demi tuk siapapun juga
mencoba tuk berada disana
Panggilan merpati putih melanda
Dan akan bimbing kita semua

-Dedayev Syamardala-