Minggu, 20 Maret 2016

Tugas Softskill B.Indonesia 2 Essay

Bekerjasama dengan sampah
Masyarakat era globalisasi di Indonesia yang konsumtif sangat merugikan dengan tingkah laku pola hidup bermewah – mewah dan tidak melihat lingkungan sekitar. Keadaan yang susah ini membuat pemerintah harus turun tangan akan hal tersebut untuk menanggulanginya dan turut serta masyarakat yang peduli akan perbuatan yang tidak patut, apakah hal ini patut dicontoh?. Membuang sampah sembarangan adalah sikap warga indonesia yang tidak peduli lingkungan sekitar dan merugikan oranglain sehingga merusak tanaman atau aliran sungai yang mengalir deras sampai tersumbat karnah adanya sampah, entah dari sampah limbah atau sampah yang dibuang dari masyarakat sekitar. Tidak adanya kepedulian dan kesadaran diri masyarakat ini merupakan tindakan yang tidak wajar selayaknya manusia dengan kemampuan berfikir apa itu layak untuk dilakukan atau tidak. Mengkaji suatu hal yang dapat  dicerna adalah sifat dasar manusia yang seharusnya menjadikan kepribadian baik. Melakukan perbuatan buruk adalah tindakan tidak wajar karena halnya membuang sampah sembarangan itu tidak baik.
Kepedulian masyarakat akan sampah sangat kurang karena turunnya martabat seseorang karena mengambil sampah yang ada di sudut jalan untuk menaruhnya ke tempat sampah. Apa salahnya menaruh sampah tersebut kedalam tempat sampah, melakukan hal tersebut tidaklah keji ataupun dosa, sebaliknya hal tersebut akan mengurangi polusi dan tertibnya lingkungan sekitar, dengan arti dapat melatih kedisiplinan seseorang hanya karena mengambil sampah, apalagi dengan tindakan lain agar dapat disiplin. Sampah yang tergeletak di sudut jalan akan tertimbun dengan sampah lain yang akan menimbulkan polusi, sama dengan yang ada di sungai akan terus mengendap dengan sampah tambahan warga yang lain. Perilaku yang sangat tidak baik melakukan hal tersebut. Sampah yang tertimbun karena warga mengetahui adanya banyak sampah dan warga berfikir disanalah tempat pembuangan sampah, begitu juga dengan sungai yang banyak tertimbun sampah, karena tingkat kesadaran warga yang rendah sampah itu akan tetap tertimbun lama bahkan selamanya.
Banyak solusi akan sampah untuk meminimalisirkan barang yang berguna terutama sampah organik yang dapat diolah menjadi keuntungan tersendiri. Meminimalisir pembuangan sampah akan menurunkan tingkat polusi yang ada di pusat pembuangan sampah, dengan cara meminimalisir pemakainan plastik yang kurang bermanfaat karena pemusnahan yang akan terjadi berlangsung selama bertahun – tahun dan dapat dikatakan lama. Kurang bermanfaat akan adanya sampah yang tidak dapat dipilah dan mengakibatkan terjadinya sampah organik, jika digabungkan dengan perilaku masyarakat indonesia sekarang yang masih banyak membuang sampah sembarangan dan merugikan lingkungan sekitar serta tidak adanya kesadaran untuk mengambil sampah tersebut kedalam tempat sampah.
Sampah merupakan hasil dari sisa barang jadi maupun tidak jadi yang tidak diinginkan dan dapat diproses menjadi barang yang berguna seperti sampah plastik yang bisa dijadikan kerajinan tangan oleh ibu – ibu atau kelompok anak muda kampung untuk uang tambahan. Kelayakan sampah untuk di daur ulang tidak akan mengurangi nilai martabat yang ingin mendaur ulang, tidak ada salahnya menggunakan sampah untuk kebutuhan hidup yang layak karena pada dasarnya dapat diolah menjadi berguna.
Menurut Wikipedia gambaran sampah secara umum ada 2, yaitu sampah organik dan sampah limbah. Sampah organik adalah sampah yang dapat didaur ulang karena sifatnya kering, contoh dari bahan tersebut diantaranya berbahan plastik, kayu, kertas, besi dan lain – lain. Berbeda dengan sampah limbah atau non organik, sampah ini pada dasarnya tidak dapat didaur ulang karena sifatnya yang cair dan menimbulkan polusi, biasanya terdapat disungai akibat pembuangan dari pabrik atau rumah industri yang pembuangan terakhirnya melalui sungai ke laut. Sangat disayangkan sungai yang menjadi perantara limbah mendapat pencemaran yang sangat tidak baik,.
Tetapi di Indonesia khususnya Jakarta terdapat sampah organik yang mengalir sepanjang aliran sungai karena kurangnya pengawasan pemerintah dan kesadaran warga sekitar akan hal apa yang akan terjadi jika sampah organik yang mengalir pada kapasitas maksimum, ditambah dengan polusi dari sampah limbah yang akan menjadikan dua kali lipat polusi di daerah terbeut khususnya sungai ciliwung di Jakarta. Melalui himbauan tersebut warga seharusnya sadar jika penyumbatan aliran sungai terjadi maka banjir akan melanda Jakarta dan warga menuntut tidak pantas ke pemerintah untuk mendanai musibah banjir tersebut. Sangat disayangkan jika warga setempat seperti itu, yang seharusnya melalui kesadaran diri sendiri.
Di Indonesia warga yang semakin konsumtif membeli barang- barang yang tidak berguna setelah itu dibuang ketempat yang tidak seharusnya, karena semakin banyaknya warga yang konsumtif maka meluapkan barang organik seperti bahan plastik yang akan meluap hingga penampungan terakhir tidak dapat menampung lagi. Barang organik yang dapat diolahpun menambah tetapi prinsip mendaur ulang pun menurun dari dikap warga sekitar, karena tingkat kesadaran yang minim. Melawan hal tersebut yang rata – rata warga kampung yang ingin mempunyai uang tambahan mengelola daur ulang sampah organik, suatu sikap yang bijaksana bagi warga yang berfikiran seperti itu.
Penimbunan atau pengendapan sampah meningkat di Jakarta yaitu 6000 Ton per hari, dua kali lipatnya yang diprediksikan oleh pemerintah DKI Jakarta PT Godang Tua Jaya sebagai pengelola Bantar Gebang yaitu 3000 Ton. Kontrak kerja yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta dengan PT Godang Tua Jaya selama 15 tahun hingga 2023, sejak alwal kontrak pada tahun 2012 terhitung sampah yang dikelola 4500 Ton perhari sampai empat tahun pertama, pada tahun kelima menjadi 3000 Ton per hari hingga tahun kesembilan menurun menjadi 2000 Ton per hari. Pemerintah harus mengeluarkan ratusan milyar untuk biaya pembayaran pengelola sampah terpadu. Melawan hal tersebut pemerintah harus lebih fokus dengan penaggulangan sampah yang semakin banyak guna meminimalisir sampah yang ada dan dapat didaur ulang menjadi barang bekas berguna.
Dalam pembicaraan wawancara yang saya lakukan oleh kedua saudara/i Rifka Annisa dan Muhammad Naufal, disini akan membicarakan tanggapan tentang dilarang membuang sampah sembarangan. Masing – masing pihak yang diwawancarai akan mengemukakan semua pendapat yang akan disarintg oleh pewawancara. Hasil yang akan saya berikan dari wawancara tersebut akan saya lampirkan diessay ini.
Di soal pertama saya akan bertanya tentang Apa pendapat anda mengenai kondisi masyarakat masa kini terutama mengenai sampah?, dari jawaban saudari Rifka Annisa adalah masyarakat sekarang yang tidak sadar lingkungan dan memikirkan diri seniri tanpa memedulikan orang lain. Sedangkan menurut Muhammad Naufal tidak adanya peduli dari masyarakat tetapi bukan salah masyarakat sepenuhnya, lebih kepada pemerintah karena kurang menyediakan fasilitas pembuangan sampah. Disini saya lihat pada tanggapan awal yang sama tetapi di jawaban naufal yang kedua lebih ke arah pemerintah. Menurut saya pemerintah sudah melakukan dengan baik sampai mengeluarkan biaya bejuta – juta milyar untuk sampah tetapi balik lagi kepada masyarakat yang tidak ingin rugi untuk mengeluarkan biaya membuang sampah.
Di soal kedua saya siapa yang melakukan hal tersebut?, jawaban dari saudari Rifka Annisa adalah warga komplek sebelah karena komplek saudari yang masih asri banyak pepohonan dan tanah lapang jadi sasaran untuk membuang sampah. Sedangkan Muhammad Naufal berpendapat anak kecil yang kurang akan pendidikan mengenai membuang sampah yang baik dan benar serta aplikasi orang tua yang kurang dan enggan peduli dengan hal itu. Dari kedua jawaban diatas bebeda tujuan yang dimaksud adalah tanah lapang yang sasaran empuk bagi masyarakat memang menjajikan jika diam – diam membuang sampah di tempat tersebut, serta anak kecil yang kurang pendidikan akan membuang sampah tidak dapat disalahkan seutuhnya melainkan kepada orang tua nya yang memberi nasihat tentang membuang sampah.menurut saya pendidikan mengenai membuang sampai tidak dapat disamakan dengan umur, dari kecil hingga dewasa harus tetap diberi pendidikan akan hal membuang sampah pada tempatnya.
Di soal ketiga Dimana anda biasanya anda temukan tumpukan sampah sembarngan? Saudari Rifka Annisa menjawab dipinggir jalan dan terutama di tanah lapang seperti di belakang rumahnya, menurut saudara Muhammad Naufal di selokan dan terutama disungai ciliwung dekat dengan rumahnya. Baik seperti saya lihat pendapat keduanya berbeda tetapi yang menjadi objek dari Rifka Annisa adalah tanah lapang yang memang kesempatan yang bagus bagi para masyarakat yang membuang sampah di tanah kosong yang tidak dijaga oleh siapapun, sedangkan dari saudara Muhammad Naufal sungai adalah tempat strategis untuk membuang sampah karena sungai tersebut milik umum yang siapapun dapat membuang ke sana. Tanggapan saya perhitungkan lagi sebagai warga yang baik untuk membuang ketempat yang tidak seharusnya, sadar akan keadaan orang lain dan tidak merugikan sekitar.
Disoal keempat Kapan biasanya anda melihat masyarakat yang membuang di tempat tersebut? Saudari Rifka Annisa pun menjawab di tanah kosong warga seberang bisanya membuang pada malam hari dan keesokan pagi harinya sudah banyak sampah di tempat tersebut. Sementara Muhammad Naufal pun berbicara setiap keluar rumah warga sekitar tidak mempedulikan jangka panjang jika membuang sampah sembarangan, dan warga jakarta biasanya menyalahkan warga bogor jika terjadi banjir padahal warga jakarta sendiri yang membuang sampah sembarangan. Bisa saya lihat pendapat Rifka Annisa yang warga komplek sebelah dengan perilaku yang tidak senonoh dan pendapat Muhammad Naufal dengan warga jakarta yang selalu menyalahkan warga bogor. Pendapat saya melihat kedepan adalah salah satu kunci untuk saling mendukung satu sama lain.
Disoal kelima Kenapa tidak ada tindakan lebih lanjut? Jawaban Rifka Annisa himbauan yang tertulis dilarang membuang sampah sembarangan, sedangkan dari Muhammad Naufal dilihat dari kesadaran diri sendiri. Kita sambungkan kedua kejadian tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa warga dengan kesadaran yang tinggi akan menimbulkan simpati satu sama lain.
Disoal terakhir Bagaimana solusi anda mengenai hal tersebut? Rifka Annisa menjawab diberi pembatas dan di beri tempat yang banyak untuk membuang sampah sedangkan Muhammad Naufal menjawab diberi tahu di sosial media atau televisi yang dibawakan langsung oleh pemerintah atau pak presiden mengenai membuang sampah sembarangan. Dapat ditanggapi bahwa kualitas pemerintah dalam membratasi sampah sudah cukup memuaskan karena anggaran yang dikeluarkan tidak sedikit, jadi banggalah dengan pemerintah yang tidak ada kata lelah untuk bangsa Indonesia


http://nationalgeographic.co.id/berita/2015/02/sampah-di-jakarta-diperkirakan-capai-6-000-ton-per-hari

Lampiran

Rifka Annisa
1.      Apa pendapat anda mengenai kondisi masyarakat masa kini terutama mengenai sampah?
Intinya untuk masyarakat sekarang saya menilai banyak warga yang tidak sadar akan lingkungan, misalkan mereka membuang sampah sembarangan tidak peduli tempat apapun itu, sebenarnya ini tidak patut karena moral dan nilai etika masyarakat menurun, jadi intinya mereka lebih tidak peduli terhadap lingkungan
2.      Siapa yang melakukan hal tersebut?
Menurut dugaan saya, keluarga dan warga sekitar diduga komplek sebelah karena wilayah komplek saya masih asri istilah kata msih banyak pepohonan dan tanah lapang dan mereka memanfaatkannya untuk membuang sampah
3.      Dimana anda biasanya anda temukan tumpukan sampah sembarngan?
Dimana – mana dipinggir jalan itu terutama paling banyak, ditempat umum juga seperti halte, stasiun dan lainnya yang lebih parah lagi diskitar perumahan pun banyak, apalagi ditanah – tanah lapang karena masyarakat menganggap tanah lapang tempat yang dapat dimanfaatkan untuk hal yang lebih berguna
4.      Kapan biasanya anda melihat masyarakat yang membuang di tempat tersebut?
Terutama di tempat yang saya bilang tadi yaitu tanah lapang dan mereka biasanya membuang sampah tersebut pada malam hari, besok paginya yang tadinya tanah itu bersih itu sudah banyak tumpukan sampah
5.      Kenapa tidak ada tindakan lebih lanjut?
Sebenarnya sudah ada peringatan seperti ditulisnya peringatan dilarang membuang sampah di tempat ini tetapi dihiraukan oleh mereka
6.      Bagaimana solusi anda mengenai hal tersebut?
Kalau menurut saya dibuat peringatan harusnya wilayah tersebut harus diberi pembatas seperti pagar atau beton sehingga mereka tidak dapat membuang sampah di tempat itu atau warga menyediakan tempat pembuangan sampah

Muhammad Naufal

1.      Apa pendapat anda mengenai kondisi masyarakat masa kini terutama mengenai sampah?
Menurut saya masyarakat masa kini semakin tidak peduli terhadap sampah walaupun sudah banyak himbauan tetntang dilarang membuang sampah sembarangan tetapi bukan salah masyarakat sepenuhnya melainkan dari pemerintah karena kurang mnyediakan fasilitas tempat untuk membuang sampah pada tempatnya
2.      Siapa yang melakukan hal tersebut?
Banyak masyarakat yang melakukan hal tersebut terutama anak kecil yang kurang diberi pendidikan tentang membuang sampah sembarangan dan orang tua yang seakan tidak peduli dengan hal itu
3.      Dimana anda biasanya anda temukan tumpukan sampah sembarngan?
Biasanya saya melihat tumpukan sampah di selokan, di pinggir jalan, atau di sungai sekitar dekat rumah saya yaitu ciliwung dan di dekat kampus
4.      Kapan biasanya anda melihat masyarakat yang membuang di tempat tersenut?
Setiap saya keluar rumah beberapa warga pasti ada yang membuang sampah sembarangan tanpa mempedulikan jangka kedepannya seperti banjir yang biasanya terjadi dan menyalahkan kota bogor khusunya pada warga jakarta
5.      Kenapa tidak ada tindakan lebih lanjut?
Mungkin itu dilihat dari kesadaran diri sendiri dari masyarakat akan bahaya nya banjir dan dampak buruk untuk kepentingan warga sekitar
6.      Bagaimana solusi anda mengenai hal tersebut?
Seperti iklan di tv contohnya presiden yang berbicara langsung pada masyarakat di televisi pada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan dan pemerintah sudah menyiapkan beberapa titik tempat sampah untuk mempermudah membuang sampah tersebut tidak di pungut biaya sama sekali, mungkin karena biaya juga masyarakat lebih memilih tempat membuang sampah yang gratis seperti di sungai atau di tanah kosong

Tidak ada komentar:

Posting Komentar